TAHAP PELAKSANAAN DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT

kontraktor jogja perencanaan pembangunan apartemen

PT EMKA Architect Group merupakan perusahaan KONTRAKTOR DI JOGJA yang sudah berpengalaman selama lebih dari 20 tahun. KONTRAKTOR Villa, KONTRAKTOR Resort, KONTRAKTOR Restoran, KONTRAKTOR Rumah Hunian, KONTRAKTOR Apartemen, KONTRAKTOR Hotel, KONTRAKTOR Perumahan, KONTRAKTOR Gedung Bertingkat. Menjadi KONTRAKTOR Jogja yang berpengalaman lebih dari 20 tahun, menjadikan PT EMKA Architect Group bukan hanya sekedar melayani pembangunan villa, resort, restoran, apartemen, rumah, perumahan, hotel dll namun juga mengkonsep matang Bangunan yang anda impikan oleh tenaga professional kami serta menyuguhkan Pembangunan yang layak anda idamkan dan ramah lingkungan.

Sejak zaman sebelum perang dunia meletus, perkembangan abad yang sudah memprioritaskan bangunan sebagai tempat tinggal. Dimulai dengan bangunan-bangunan bersifat keagamaan dan unsur politis sebagai simbol kekuasaan yang dibuat dengan konstruksi yang tinggi dan lebih dari 1 lantai seperti Masjid, gereja, kuli-kuil , balai kota dan lain-lain.
Kita pasti ingat dengan bangunan-bangunan tinggi berikut yang sangat mendunia seperti menara Eifel, Paris, Prancis & menara condong Pissa, Pissa, Italia
Evolusi perkembangan dari bangunan bertingkat tinggi dimula periode pertama pada Equitable Life InsuranceBuilding 1857, New York, Amerika.
Pembangunan gedung bertingkat pada zaman itu sangatlah tidak mudah dengan belum diciptakannya komputer sebagai alat bantu manusia dalam mengerjakan pekerjaan seperti mendesaign dan menghitung. Namun dengan gambar desaign gedung manual oleh arsitek-arsitek yang handal dan perhitungan oleh para insinyur yang teliti dapatlah tercipta gedung yang kokoh, proporsional dan memenuhi sebagai fungsinya.

Pada saat ini memasuki zaman globalisasi yang memodernkan tiap-tiap pembangunan dan bentuk-bentuk gedung bertingkat. Pembangunan gedung bertingkat saat ini ditekankan tidak pada fungsinya saja melainkan pada keindahaan bentuk gedung dan kualitas kekuatan gedung tersebut. Dibangunnya gedung bertingkat dengan keindahaan dan kualitas kekuatannya dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan saat-saat ini seperti perkantoran, bisnis, pemerintahan, fasilitas publik seperti mall, stasiun, bandara dll. Dengan gedung bertingkat, keadaan ruang untuk memuat orang banyak tak perlu memiliki lahan luas, cukup dengan menambah lantai di atas lantai satu dan seterusnya.
Dari penjelasan di atas kita sudah mengenal gedung bertingkat dari sejarahnya pada abad 19 dengan fungsi-fungsinya. Kini kita ulas mengenai tahap proses pembangunan gedung bertingkat.

Tahap pelaksanaan pekerjaan menentukan hasil gedung yang direncanakan oleh pihak perencana. Sebelum kita membahas tahap-tahap pelaksaan pembangunan gedung bertingkat, kita lebih dulu mengenal pihak-pihak yang aktif dalam pelaksanaan proyek itu. Pihak di antaranya yaitu :

  1. Konsultan proyek
  2. Koordinator dan para pelaksana
  3. Pihak pemilik (owner) jika diperlukan
  4. Pihak perencana / arsitek jika diperlukan

Pada tahap pelaksanaan, semua pelaksanaan pekerjaan di lapangan mengikuti rencana yang telah dibuat oleh perencana. Dari rencana-rencana tersebut antara lain gambar rencana gedung dan detailnya, material dan dokumen-dokumen penting lainya. Tahap berikut setelah dokumen-dokumen pendukung pelaksaan proyek sudah ada, proyek bisa berjalan.

Sebelum memulai proyek gedung, pastikan hal-hal pendukung pekerjaan sudah memenuhi kebetuhan proyek seperti peralatan-peralatan kerja, material, fasilitas pendukung, dan tenaga kerja

  1. Peralatan Peralatan-peralatan proyek dikategorikan menjadi 2, yaitu peralatan berat dan peralatan ringan a. Peralatan berat meliputi :
    • Backhoe : backhoe digunakan untuk pekerjaan tanah, biasanya sering disebut bulldoser. Fungsi utamanya yaitu menggali/mengeruk tanah
    • Concrete pump truck : alat untuk memompa beton ready mix dari mixer truck ke lokasi pengecoran. Penggunaan concrete pump truck ini untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi waktu pengecoran. Alat ini digunakan untuk pengecoran balok dan plat lantai.
    • Tower rane : diperlukan terutama sebagai pengangkut vetikal bahan-bahan untuk pekerjaan struktur, seperti besi beton, bekisting, beton cor, pengangkutan material/bekas, dan material lainnya.
    • Concrete mixer truck : alat untuk mengolah campuran beton dan memompa beton ready mix dari mixer truck ke lokasi pengecoran.
    • Dum truck : alat yang dipergunakan untuk memindahkan atau membuang suatu material hasil galian dari lokasi proyek ke lokasi proyek yang telah ditetapkan kemana material tersebut itu dibuang / dijual.

b. Peralatan ringan meliputi :
– Theodolith : alat untuk menentukan as bangunan dan titik-titik as kolom pada tiap-tiap lantai agar bangunan yang dibuat tidak miring.
– Waterpass : alat yang digunakan untuk menetukan elevasi / peil lantai, balok, lain – lain yang membutuhkan elvasi.
– Trowel : alat yang digunakan untuk menghaluskan permukaan beton
– Gerobak dorong, Cangkul, Sekop, Gergajih, Palu, Rol meter, Alat pengikat bendrat, Klem kolom Dan lain-lain

  1. Material
    Mengingat rencana pekerjaan proyek gedung yang dibatasi oleh waktu, maka diusahakan pemilihan atau penempatan material yang tepat dan seefisien mungkin sehingga dapat mempercepat dan mempermudah pekerjaan. Pemilihan material yang baik juga akan menghasilkan bangunan gedung yang kokoh.
    Berikut material-material yang dibutuhkan dalam proyek gedung :
    • Pasir : a. Pasir agregat kasar
    • Pasir agregat halus
    • Semen
    • Air : gunakanlah air yang bersih dan tidak mengandung lumpur
    • besi-besi tulangan, Dsb
  2. Pekerja
    Dalam suatu proyek bangunan, komponen-komponen dari unsur utama yaitu pekerja atau tenaga ahli. Pekerja dibutuhkan untuk melaksanakan seluruh rencana yang sudah dibuat oleh perencana dan melaksanakannya sesuai prosedur. Di dalam proyek kecil maupun besar, keahlian dan keselamatan pekerja sangatlah penting demi mengurangi hambatan pelaksanaan dan mengurangi kerugian materil maupun nyawa.

Jika unsur-unsur pendukung dalam pelaksanaan proyek tersebut telah terpenuhi maka selanjutnya adalah melaksanakan pekerjaan di lapangan dalam rangka membangun gedung bertingkat. Pelaksanaan pekerjaan di lapangan melalui tahap-tahap pekerjaan berikut :
Tahap-tahap pekerjaan

  1. Persiapan
    Pada pekerjaan persiapan , meliputi survei keadaan di lapangan yang akan dibangun gedung yaitu
    1.) Pembersihan lahan, seperti mencabut rumput dan menghilangkan / menebang pohon yang mungkin menjadi penghalang
    2.) pembuatan pagar pengaman, dibuat dengan mengelilingi area yang akan digunakan untuk proyek.
    3.) Penentuan as dan peil bangunan.
    4.) pemasangan bouwplank, merupakan papan-papan yang dipasang di sekitar pekerjaan
  2. Pekerjaan Tanah
    Pekerjaan tanah yaitu melaksanakan pekerjaan dari rencana proyek yang sedang dilaksanakan di area lahan/tanah, pekerjaan tanah meliputi : 1.) galian tanah pondasi, pada galian pondasi untuk bangunan bertingkat/gedung tinggi yaitu dengan galian yang dalam. 2.) urugan pasir. 3.) urugan tanah, yaitu mengurug tanah kembali setelah pasangan pondasi selesai dipasang.
  3. Pekerjaan pondasi
    Bagian yang paling mendasar dari suatu bangunan yakni pondasi.
    Dalam ilmu bangunan dan realita pekerjaan bangunan memiliki jenis-jenis pondasi yang harus disesuaikan dengan bangunan yang akan dibuat. Jenis-jenis pondasi antara lain :

a. pondasi dangkal : pasangan batu kali, pondasi ceker ayam, pondasi umpak , pondasi batu bata
b. Pondasi dalam : pondasi tiang pancang ( driven pile ) , pondasi tiang franki ( franki pile ), pondasi tiang injeksi ( injection pile ), pondasi tiang bor ( bored pile )

Sebelum menentukan pondasi mana yang akan diaplikasikan pada proyek tersebut, sebelumnya telah diteliti keadaan tanah di lapangan. Mengenai tekstur tanah dan daya dukung tanah terhadap bangunan tinggi yang akan dibangun. Namun pada umumnya, penggunaan pondasi untuk bangunan atau gedung dengan lebih dari 3 lantai maka digunakan pondasi tiang pancang. Pada artikel ini membahas pembangunan gedung bertingkat seperti pada gambar di atas atau awal tepatnya 20 lantai. Lebih tepatnya menggunakan tiang pancang. Pondasi tiang pancang sama dengan pondasi bored pile, namun kekuatannya lebih besar pondasi tiang pancang yang pada umumya digunakan untuk pondasi bangunan apartement, kondominium, rent office dan sebagainya.

Karena pada proyek gedung bertingkat ini menggunakan pondasi tiang pancang maka untuk galian tanah menggunakan alat-alat berat.

Disini PT EMKA Architect Group sebagai perusahaan KONTRAKTOR Villa, KONTRAKTOR Resort, KONTRAKTOR Restoran, KONTRAKTOR Rumah Hunian, KONTRAKTOR Apartemen, KONTRAKTOR Hotel, KONTRAKTOR Perumahan, KONTRAKTOR Gedung Bertingkat di Jogja bisa membantu anda dalam membangun bisnis anda. Dengan pengalaman kami selama 20 tahun, PT. EMKA ARCHITECT GROUP sudah berhasil membangun Berbagai macam dan bentuk bangunan mulai dari pembangunan villa, resort, restoran, apartemen, rumah, perumahan, hotel dll diberbagai tempat di Jogja dan sekitarnya sehingga bisa menjadi partnership dalam Proyek Pembangunan anda. tidak hanya itu PT. EMKA Architect Group juga bisa membantu anda untuk perizinan pendirian Bangunan dan pengelolaan.

Info lebih lanjut langsung saja hub : +6281246662228 / +6281246662229
no whatsapp : +6281229944671
atau bisa langsung kunjungi kantor office kami di jl. Ki Mangunsarkoro no 40 B, Gunung Ketur, Pakualaman, Yogyakarta.

Bagikan Via

Comments