Cara Membuat IMB ( Ijin Mendirikan Bangunan )

cara membuat imb

Cara Membuat Ijin Mendirikan Bangunan ( IMB )

IMB atau juga dikenal dengan Izin Mendirikan Bangunan merupakan salah satu produk hukum untuk mewujudkan tatanan tertentu sehingga tercipta ketertiban, keamanan, keselamatan, kenyamanan, sekaligus kepastian hukum.

IMB akan melegalkan suatu bangunan yang direncanakan sesuai dengan Tata Ruang yang telah ditentukan. Selain itu, adanya IMB menunjukkan bahwa rencana kostruksi bangunan tersebut juga dapat dipertanggungjawabkan untuk kepentingan bersama. Bangunan yang dimaksud termasuk rumah tinggal, rumah susun, rumah ibadah, hingga gedung perkantoran.

IMB adalah perizinan yang diberikan oleh Kepala Daerah kepada pemilik bangunan. Tujuannya bisa untuk membangun bangunan baru atau mengubah, memperluas, mengurangi, atau merawat bangunan sesuai dengan persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang berlaku. Kewajiban setiap orang atau badan yang akan mendirikan bangunan untuk memiliki Izin Mendirikan Bangunan, diatur pada Pasal 5 ayat 1 Perda 7 Tahun 2009.

gambar-rumah-minimalis-2

Di kutip dari wikepedia, rumah atau bangunan yang telah mempunyai IMB, memiliki kelebihan dibanding yang tidak ber-IMB, yakni;

  • Bangunan memiliki nilai jual yang tinggi

  • Jaminan Kredit Bank

  • Peningkatan Status Tanah

  • Informasi Peruntukan dan Rencana Jalan

Ada 2 cara membuat IMB, prosedur tersebut merupakan alternatif satu sama lain untuk memudahkan masyarakat dikala tidak dapat mengurus melalui prosedur satu maka dapat dimudahkan dengan prosedur 2. Berikut prosedur cara membuat IMB :

Prosedur cara membuat IMB via online

Cara membuat IMB

Prosedur via online ini sangat cocok bagi anda yang terbiasa dengan mobilitas tinggi. Dengan prosedur online ini anda akan dipermudah dalam proses pengurusan IMB dan tidak perlu datang langsung ke kantor Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) setempat. Semua pendaftaran akan dilakukan secara online melalui www.dppb.go.id.

Sistem ini menghubungkan Dinas dengan Suku Dinas P2B hingga tingkat kecamatan. Pemohon tinggal memilih menu IMB rumah tinggal atau non-rumah tinggal. Setelah itu, masukkan lampiran data berupa gambar bangunan yang dimaksud. Pengisian data harus lengkap, karena jika tidak, permohonan akan tertolak. Selanjutnya, pemohon membayar retribusi ke Bank DKI terdekat. Setelah membayar, buktinya dipindai lalu dikirim.

Prosedur cara membuat IMB via online ini diterapkan mulai 1 Februari 2014, dan diharapkan dapat menekan praktik pencaloan yang marak terjadi. Untuk menghindari celah bagi pembuat IMB palsu, verifikasi dokumen akan dilakukan saat pemohon mengambil sertifikat IMB di masing-masing kecamatan, yaitu setelah pemohon selesai membayar retribusi pembuatan IMB.

Cara membuat IMB via Offline

Cara membuat IMB

Dikutip dari laman dppb.go.id/, persyaratan pengurusan IMB melalui cara offline atau datang langsung adalah sebagai berikut;

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Surat bukti kepemilikan tanah berupa
  • Sertifikat Tanah
  • Surat Keputusan Pemberian Hak Penggunaan Atas Tanah oleh pejabat berwenang dari instansi pemerintah yang menguasai tanah tersebut
  • Surat Persetujuan/Penunjukan Gubernur/Walikota untuk bangunan gedung bersifat sementara, bangunan gedung di atas/bawah prasarana, bangunan gedung di atas/bawah air atau bangunan gedung khusus dan penampungan sementara
  • Surat Pernyataan dari instansi pemerintah khusus untuk bangunan gedung milik Pemerintah.
  • Surat pernyataan (di atas materai) dari pemohon diketahui Lurah, yang menyatakan bahwa tanah yang dikuasai tidak dalam keadaan sengketa untuk pengajuan IMB
  • SIPPT untuk lahan yang memiliki luas lebih dari 5.000 m2 (lima ribu meter persegi) atau yang dipersyaratkan
  • Ketetapan Rencana Kota (KRK)
  • Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB) bagi yang disyaratkan
  • Rancangan arsitektur ditandatangani oleh Arsitek yang memiliki IPTB bagi yang dipersyaratkan
  • Perencanaan struktur bangunan gedung beserta lampiran hasil penyelidikan tanah yang ditandatangani oleh perencana struktur yang memiliki IPTB bagi yang dipersyaratkan
  • Rencana dan perhitungan mekanikal dan elektrikal bangunan gedung yang ditandatangani oleh perencana mekanikal dan elektrikal yang memiliki IPTB bagi yang dipersyaratkan
  • Fotokopi yang dilegalisir IPTB penanggung jawab perencana arsitektur, struktur, mekanikal dan elektrikal bangunan gedung bagi yang dipersyaratkan
  • SK dan gambar IMB lama untuk kegiatan penambahan dan/atau perubahan bangunan

Setelah semua persyaratan tersebut telah terpenuhi, segera datang langsung ke kantor Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) setempat untuk proses pengurusan IMB.

Nah itu tadi referensi untuk anda tentang cara membuat IMB. Apabila anda berencana membangun baru, renovasi dan lain lain bangunan ataupun rumah anda, atau untuk konsultasi terkait masalah tersebut silahkan hubungi kami.  Kami akan senang hati membantu anda.

Bagikan Via

Comments